228 UMKM Berjualan di CFD Taman Nukila Ternate, Kuliner Jadi Buruan Pengunjung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELAKU USAHA - Pelaku UMKM Kedai Numi melayani pengunjung di area Car Free Day (CFD) Taman Nukila, Kota Ternate, Minggu (16/8/2026). Kehadiran CFD menjadi peluang bagi Kedai Numi untuk menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. (Dok: Wahana Malut/Tia).

PELAKU USAHA - Pelaku UMKM Kedai Numi melayani pengunjung di area Car Free Day (CFD) Taman Nukila, Kota Ternate, Minggu (16/8/2026). Kehadiran CFD menjadi peluang bagi Kedai Numi untuk menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. (Dok: Wahana Malut/Tia).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE — Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Nukila, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, kini semakin ramai dan semarak dengan kehadiran ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tercatat sebanyak 228 UMKM aktif berpartisipasi meramaikan kegiatan mingguan ini. Zona jualan bagi para pelaku usaha membentang mulai dari area samping Masjid Al Munawwar hingga ke depan Landmark.

Beragam produk ditawarkan para pelaku UMKM untuk memanjakan pengunjung. Mulai dari makanan berat, jajanan yang sedang viral, berbagai macam minuman segar, hingga mainan anak-anak.

Informasi Wahana Malut

Mayoritas masyarakat yang datang ke CFD Taman Nukila tidak hanya sekadar berolahraga pagi, tetapi juga berburu kuliner dan berbelanja jajanan.

Kondisi tersebut turut dirasakan Nurhaini Soleman, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di kawasan CFD Taman Nukila melalui usaha kuliner Kedai Numi.

Kedai Numi dikenal dengan sejumlah menu seperti kue sus, dadar fla, kopi, dan cokelat. Nurhaini mengaku sudah sekitar tiga minggu terakhir aktif berjualan di area CFD.

Baca Juga:  Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo

“Alhamdulillah, berjualan di CFD ini menambah pelanggan baru untuk Kedai Numi,” ungkap Nurhaini saat diwawancarai wahanamalut.com, Minggu (16/8/2026).

PELAKU USAHA – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Nukila, Kota Ternate, Minggu (16/8/2026). Ratusan warga memanfaatkan kawasan CFD untuk berolahraga, bersantai, dan menikmati beragam jajanan yang ditawarkan pelaku UMKM. (Dok: Wahana Malut/Tia).

Selain mendapatkan pelanggan baru, Nurhaini juga merasakan adanya peningkatan omzet penjualan dibandingkan hari-hari biasanya.

“Kalau di CFD ini alhamdulillah ada peningkatan omzet. Karena banyak orang yang datang, jadi banyak juga yang mampir untuk beli,” ujarnya.

Salah satu menu yang cukup banyak diminati pembeli adalah kue sus atau dadar fla. Penjualan menu tersebut pada Minggu pagi saat CFD bahkan bisa mencapai sekitar 15 hingga 20 porsi.

“Untuk kue sus atau dadar fla, kalau hari Minggu pagi biasanya bisa sekitar 15 sampai 20 terjual,” kata Nurhaini.

Ia berharap keberadaan CFD dapat terus dipertahankan karena memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan sekaligus memperluas pasar.

“Harapannya CFD ini tetap ada, karena sangat membantu UMKM. Kita bisa dapat pelanggan baru dan masyarakat juga bisa menikmati jajanan di sini,” tuturnya.

Baca Juga:  Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate, Menag Dijadwalkan Hadiri Acara Puncak

Biasanya, Kedai Numi juga membuka kedai harian di kawasan Stadion Ternate yang dikenal sebagai Kai Kopi.

Ketika ditanya mengenai hambatan selama berjualan di area CFD Taman Nukila, Nurhaini mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

PELAKU USAHA – Sejumlah pelaku UMKM melayani pengunjung di area Car Free Day (CFD) Taman Nukila, Kota Ternate, Minggu (16/8/2026). Beragam makanan dan minuman dijajakan di sepanjang zona UMKM yang turut meramaikan kegiatan akhir pekan. (Dok: Wahana Malut/Tia).

“Kalau kendala sejauh ini tidak ada. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia juga menilai pengelolaan kebersihan di kawasan CFD sudah berjalan dengan baik. Pedagang hanya perlu membayar retribusi sampah, sementara proses pengangkutan dan pembersihan ditangani petugas kebersihan.

“Untuk sampah juga bagus. Kita bayar retribusi sampah, kemudian petugas yang bersihkan. Jadi kita sebagai pedagang juga merasa terbantu,” ujarnya.

Kehadiran ratusan UMKM di CFD Taman Nukila diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Kota Ternate.

Selain membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan menyenangkan bagi masyarakat di akhir pekan. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Kisah Bambang: Porter Kapal Ternate yang Mengais Rezeki saat Penumpang Pesawat Batal Terbang
Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo
Akhir Pekan Warga Ternate di Jikomalamo: Laut Biru, Banana Boat hingga Snorkeling
Nasib Korban Zahra Berkah di Ternate, Modal Usaha Rp50 Juta Raib hingga Menunggu Uang Kembali
Bak Kosong, Kebun Mengering: Warga Hiri Ternate Bertahan di Tengah Kemarau
Meti Cottage: Jejak Pengabdian Adi di Halmahera Utara
Meti Cottage di Halmahera Utara: Destinasi Tenang yang Fotogenik Tanpa Dipaksa
Wisata Ternate: Taman Love di Lereng Gamalama Tawarkan Panorama Laut, Camping, dan Senja

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIT

Kisah Bambang: Porter Kapal Ternate yang Mengais Rezeki saat Penumpang Pesawat Batal Terbang

Senin, 28 September 2026 - 19:28 WIT

Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo

Sabtu, 26 September 2026 - 14:37 WIT

Akhir Pekan Warga Ternate di Jikomalamo: Laut Biru, Banana Boat hingga Snorkeling

Kamis, 17 September 2026 - 22:47 WIT

Nasib Korban Zahra Berkah di Ternate, Modal Usaha Rp50 Juta Raib hingga Menunggu Uang Kembali

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIT

Bak Kosong, Kebun Mengering: Warga Hiri Ternate Bertahan di Tengah Kemarau

Berita Terbaru

error: Content is protected !!