WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kuliah umum internasional bertajuk Sustainable Tourism and Tourism Management di Aula FIB Unkhair, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.
Kegiatan tersebut menghadirkan pakar pariwisata asal Australia, Prof. Bill Carter dari University of the Sunshine, sebagai pembicara utama untuk membahas strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Prof. Bill Carter menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi masyarakat lokal, kelestarian lingkungan hidup, serta kebudayaan setempat.
“Pariwisata berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa warisan alam dan budaya tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujar Prof. Bill Carter.
“Wilayah seperti Maluku Utara memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan agar dampak positifnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh masyarakat lokal,” sambungnya.
Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, menegaskan bahwa kuliah umum ini bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas akademik dan wawasan global mahasiswa.
“Kehadiran Prof. Bill Carter, Ph.D., menjadi momentum berharga bagi akademisi dan mahasiswa FIB Unkhair untuk menimba ilmu langsung dari pakar dunia,” tuturnya.
“Kami berharap kegiatan ini membuka ruang kolaborasi riset internasional serta menginspirasi mahasiswa dalam merumuskan konsep pengelolaan pariwisata berbasis kebudayaan dan kearifan lokal di Indonesia Timur,” lanjut Nurain.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Asty Ayuningsih, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan dan tingginya antusiasme peserta yang menghadiri forum akademik tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh peserta, baik dosen maupun mahasiswa. Kehadiran pemateri kaliber internasional seperti Prof. Bill Carter tidak hanya memperluas cakrawala berpikir kami tentang sustainable tourism, tetapi memotivasi panitia dan civitas akademika untuk terus menyelenggarakan forum-forum ilmiah berskala internasional di masa mendatang,” tutur Asty Ayuningsih.
Kuliah umum tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa antusias bertanya dan berdiskusi dengan Prof. Bill Carter. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






