2 Bulan Tanpa Hujan, 4 Wilayah di Maluku Utara Masuk Kekeringan Ekstrem

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEKERINGAN - Kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah Maluku Utara. Empat wilayah tercatat mengalami hari tanpa hujan lebih dari dua bulan, Sabut (22/8/2026). (Dok: Pinterest).

KEKERINGAN - Kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah Maluku Utara. Empat wilayah tercatat mengalami hari tanpa hujan lebih dari dua bulan, Sabut (22/8/2026). (Dok: Pinterest).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Sejumlah wilayah di Maluku Utara mulai mengalami kekeringan ekstrem setelah berhari-hari tanpa hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mencatat empat wilayah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

Data tersebut berdasarkan analisis curah hujan dasarian II Agustus 2026 untuk periode 11–20 Agustus 2026. BMKG mencatat seluruh wilayah Maluku Utara berada dalam kategori curah hujan rendah.

Informasi Wahana Malut

Kondisi paling ekstrem terjadi di Kao Teluk, Pulau Batang Dua, Tidore Utara, dan Morotai Selatan. Keempat wilayah tersebut masuk kategori HTH ekstrem karena tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari atau lebih dari dua bulan.

Selain empat wilayah tersebut, sebagian besar wilayah Maluku Utara juga mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang. Sejumlah daerah masuk kategori HTH sangat panjang dengan rentang 31–60 hari.

Baca Juga:  IAIN Ternate-Unkhair Teken MoU, Bidik Riset dan Pengabdian untuk Masyarakat

Namun, kondisi HTH di Maluku Utara tidak sepenuhnya sama. BMKG mencatat wilayah Weda masih berada dalam kategori sangat pendek dengan HTH 1–5 hari.

Sementara itu, Waina dan Sanana masuk kategori HTH menengah dengan periode tanpa hujan selama 11–20 hari. Adapun Morotai Utara tercatat mengalami HTH panjang selama 21–30 hari.

BMKG mengingatkan periode kering yang berlangsung cukup panjang dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi masyarakat.

Salah satunya terhadap sektor pertanian karena tanaman berisiko mengalami kekurangan air yang dapat menurunkan produktivitas hingga menyebabkan gagal panen.

Baca Juga:  APBD-P 2026 Ternate Ditetapkan, Tauhid Soleman Ingatkan OPD Soal Kinerja dan Akuntabilitas

Ketersediaan air bersih juga perlu menjadi perhatian. Minimnya curah hujan dalam waktu panjang berpotensi menurunkan debit dan ketersediaan air pada sejumlah sumber air.

Selain itu, kondisi tanah dan vegetasi yang semakin kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijaksana selama periode kering berlangsung.

Warga juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan informasi resmi yang dikeluarkan BMKG Maluku Utara, terutama terkait perkembangan musim kemarau dan potensi dampaknya. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara
KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024
Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi
Ternate Jadi Tuan Rumah TPT ke-35 Perhapi, Mahasiswa Tambang Dibekali Pengalaman Lapangan
Sambut Hari Santri 2026, IAIN Ternate Gelar Lomba Karya Tulis dan Pidato
Baznas Ternate Turun ke TPA Takome, Siapkan Logistik untuk Petugas Pemadam
IAIN Ternate Usulkan Rusun untuk Dosen dan Pegawai ke Kementerian PKP
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:58 WIT

Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:50 WIT

KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49 WIT

Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:23 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT ke-35 Perhapi, Mahasiswa Tambang Dibekali Pengalaman Lapangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:17 WIT

Sambut Hari Santri 2026, IAIN Ternate Gelar Lomba Karya Tulis dan Pidato

Berita Terbaru

error: Content is protected !!