Buka Rakernas JKPI ke-12, Wali Kota Ternate Tegaskan Solidaritas dan Kejayaan Jalur Rempah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EVENT - Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama delegasi JKPI berfoto bersama usai pembukaan rangkaian Rakernas JKPI ke-12 di Ternate, Rabu (26/8/2026). (Dok: Tia/Wahana Malut).

EVENT - Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama delegasi JKPI berfoto bersama usai pembukaan rangkaian Rakernas JKPI ke-12 di Ternate, Rabu (26/8/2026). (Dok: Tia/Wahana Malut).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyambut para kepala daerah dan delegasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dalam opening ceremony, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI ke-12 yang berlangsung di Kota Ternate, Maluku Utara, 26–29 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Tauhid terlebih dahulu menyampaikan empati dan keprihatinan atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Informasi Wahana Malut

Menurut Tauhid, kondisi itu menjadi pengingat bahwa JKPI tidak hanya berbicara mengenai kota pusaka, sejarah, dan kebudayaan, tetapi juga tentang persaudaraan dan solidaritas antardaerah.

“JKPI bukan hanya tentang kota pusaka, sejarah, dan kebudayaan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas antardaerah,” kata Tauhid.

Ia kemudian memperkenalkan Ternate sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah penting dalam peradaban jalur rempah dunia.

Ternate bersama Tidore, Bacan, dan Jailolo dikenal dalam sejarah sebagai bagian dari Moloku Kie Raha. Wilayah ini memiliki kekayaan rempah, khususnya cengkih dan pala, yang menjadi komoditas bernilai strategis dan menarik kedatangan berbagai bangsa ke Nusantara.

Tauhid menyebut posisi Ternate dalam sejarah perdagangan rempah menjadikannya bagian penting dari dinamika geopolitik dunia. Kedatangan bangsa-bangsa dari berbagai kawasan, termasuk Portugis, Spanyol, Inggris hingga Belanda, tidak terlepas dari daya tarik kekayaan rempah di Maluku.

Baca Juga:  Penyidikan Kasus Kematian di Banemo Berlanjut, Polda Malut Minta Warga Tetap Tenang

Karena itu, ia menilai sejarah kejayaan rempah harus menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk membangun masa depan dengan tetap berpijak pada identitas serta kearifan lokal.

Tata Kelola Pemerintahan

Tauhid juga mengajak para delegasi JKPI merefleksikan tata kelola pemerintahan daerah di era modern.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang responsif, merakyat, dan terbebas dari praktik tata kelola yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Ia menilai potensi daerah harus digali secara bijaksana dan adil untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan perkotaan.

Dalam konteks tersebut, identitas budaya dan kearifan lokal dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Tauhid juga memperkenalkan city branding “Ternate Kota Rempah” sebagai gerakan bersama yang menggabungkan sejarah, inovasi ekonomi, kreativitas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

Gerakan tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat.

Benteng Oranje Jadi Pusat Kreativitas

Salah satu lokasi utama rangkaian kegiatan Rakernas JKPI ke-12 adalah Benteng Oranje. Bangunan bersejarah tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi festival gastronomi dan berbagai kegiatan kreatif.

Baca Juga:  Polres Halsel Diminta Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Pencurian Solar di PLN Saketa

Tauhid menjelaskan revitalisasi Benteng Oranje telah dimulai sejak 2012. Proses tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat setelah kawasan benteng sebelumnya dimanfaatkan sebagai asrama TNI dan Polri.

Revitalisasi kemudian terus dilakukan hingga Kota Ternate memperoleh penghargaan nasional dalam kategori pelestarian berkelanjutan pada 2023.

Sejak 2021, Pemerintah Kota Ternate menetapkan Benteng Oranje sebagai creative hub atau pusat kreativitas.

Konsep tersebut bertumpu pada tiga unsur, yakni komunitas, ide, dan ruang. Benteng tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tauhid berharap pelaksanaan Rakernas JKPI ke-12 tidak hanya memperkuat jejaring antarkota pusaka di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Ternate.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti Rakernas JKPI dapat menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi sejarah, budaya, dan kuliner Ternate kepada masyarakat luas.

“Harapannya, kehadiran para delegasi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membawa berkah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Ternate,” ujarnya. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Ini Kronologi TKA China Meninggal Tenggelam di Goa Boki Maruru Halteng
DBH Provinsi Rp110 Miliar dan TPP ASN Masuk Evaluasi APBD-P Ternate 2026
Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara
KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024
Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi
Ternate Jadi Tuan Rumah TPT ke-35 Perhapi, Mahasiswa Tambang Dibekali Pengalaman Lapangan
Sambut Hari Santri 2026, IAIN Ternate Gelar Lomba Karya Tulis dan Pidato
Baznas Ternate Turun ke TPA Takome, Siapkan Logistik untuk Petugas Pemadam

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:46 WIT

Ini Kronologi TKA China Meninggal Tenggelam di Goa Boki Maruru Halteng

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:40 WIT

DBH Provinsi Rp110 Miliar dan TPP ASN Masuk Evaluasi APBD-P Ternate 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:58 WIT

Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:50 WIT

KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49 WIT

Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!