Ratap Anak di Moti Pasca-Ayah Meninggal: Mana Janji Ambulans Laut Pemkot Ternate?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN - Ambulans laut yang menjadi salah satu fasilitas transportasi rujukan bagi masyarakat wilayah kepulauan Kota Ternate. Program ambulans laut kembali dipertanyakan setelah warga Moti meninggal dunia saat menunggu proses rujukan ke Ternate, Jumat (28/8/2026). (Dok: Pemkot Ternate).

KESEHATAN - Ambulans laut yang menjadi salah satu fasilitas transportasi rujukan bagi masyarakat wilayah kepulauan Kota Ternate. Program ambulans laut kembali dipertanyakan setelah warga Moti meninggal dunia saat menunggu proses rujukan ke Ternate, Jumat (28/8/2026). (Dok: Pemkot Ternate).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Mahmud Harun, warga Kelurahan Tafamutu, Kecamatan Moti, Kota Ternate, Maluku Utara, meninggal setelah proses rujukan ke rumah sakit di Ternate terkendala kedatangan ambulans laut pada Rabu (5/8/2026) lalu.

Anak kandung almarhum, Yusri Mahmud, mengatakan kondisi ayahnya mulai memburuk dengan kaki yang mengalami pembengkakan dan sulit digunakan untuk berjalan.

Kondisi tersebut, kata Yusri, sudah pernah dialami ayahnya sebanyak tiga kali. Karena itu, keluarga memutuskan membawa almarhum Mahmud ke Puskesmas Moti menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan sekaligus meminta rujukan ke RS Dharma Ibu Ternate.

Informasi Wahana Malut

“Bapak sudah tiga kali mengalami kondisi seperti ini. Kali ini kaki sudah susah berjalan dan bengkak, sehingga memutuskan untuk dijemput dengan fasilitas puskesmas dan minta rujuk ke RS Dharma Ibu Ternate,” kata Yusri saat dikonfirmasi wahanmalut.com, Jumat (28/8/2026).

Setelah mendapat penanganan di Puskesmas Moti, permintaan rujukan keluarga disetujui. Pihak puskesmas kemudian mengarahkan keluarga menggunakan ambulans laut untuk membawa almarhum Mahmud ke Ternate.

Sekitar pukul 08.30 WIT, kapal reguler Lola Jaya sebenarnya dijadwalkan berangkat dari Moti ke Ternate. Namun, keluarga memilih menunggu ambulans laut setelah mendapat informasi bahwa armada tersebut sedang dipersiapkan dan akan menuju Moti.

Baca Juga:  Kemarau Melanda Ternate, Baznas Salurkan 18.000 Liter Air Bersih ke Warga Marikurubu

“Kalau naik kapal biasa, bisa saja. Tetapi sudah diinfokan kalau ambulans laut menuju ke Moti, jadi kami menunggu ambulans laut,” jelas Yusri.

Waktu terus berjalan, tetapi ambulans laut yang ditunggu belum tiba. Keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa armada tersebut sedang dalam perjalanan. Namun, setelah melakukan koordinasi sendiri, mereka mendapat informasi berbeda bahwa ambulans masih terkendala pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Sekitar pukul 11.00 WIT, kondisi laut di Moti mulai bergelombang. Situasi tersebut membuat keluarga tidak lagi memungkinkan membawa Almarhum Mahmud menggunakan perahu menuju Ternate.

“Sekitar jam 11 laut sudah bergelombang. Kami tidak bisa memaksakan bapak dibawa pakai perahu dalam kondisi seperti itu, apalagi yang ikut ke Ternate bukan hanya saya, ada beberapa keluarga juga, yang sudah berumur. Kondisi bapak juga sudah seperti itu, sehingga kami harus menunggu ambulans laut,” ujarnya.

Sembari menunggu proses evakuasi, Almarhum Mahmud tetap mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Moti. Tenaga kesehatan memasang infus dan memantau kondisi pasien.

Baca Juga:  523 Lulusan IAIN Ternate Diwisuda, Pesan Rektor: Ilmu Harus Bermanfaat

Yusri menegaskan, keluarga tidak mempermasalahkan pelayanan medis di Puskesmas Moti. Menurutnya, persoalan utama berada pada proses rujukan dan kedatangan ambulans laut.

“Kalau penanganan di puskesmas, kami tidak persoalkan. Bapak tetap ditangani dan dipantau. Yang menjadi persoalan adalah ambulans laut yang kami tunggu tidak kunjung datang,” tegasnya.

Sekitar pukul 13.00 WIT, kesadaran Almarhum Mahmud mulai menurun. Keluarga tetap bertahan di puskesmas karena kondisi laut tidak memungkinkan untuk menggunakan perahu kecil, sementara ambulans laut belum tiba.

Hingga sore hari, armada tersebut tidak kunjung datang. Almarhum Mahmud akhirnya dinyatakan meninggal di ruang perawatan Puskesmas Moti sekitar pukul 17.15 WIT.

Yusri berharap kejadian yang dialami keluarganya menjadi evaluasi terhadap program ambulans laut, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan seperti Moti.

“Sederhananya, kami orang Moti tidak miskin, kami punya uang. Namun itu kan program pemerintah. Kalau memang ada ambulans laut, kami berharap program itu benar-benar bisa digunakan ketika masyarakat membutuhkan,” tandas Yusri. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Harga di Rak Beda dengan Kasir, Disperindag Malut Periksa Indomaret Dufa-Dufa
BREAKING NEWS: Kantor Dinas PUPR Halmahera Timur Dilalap Api, Penyebab Belum Diketahui
Mulai 11 September, Aktivitas Pasar hingga Pangkas Rambut di Tidore Dibatasi Tiap Jumat
Dilantik Jadi Kepala Dukcapil Tidore, Ini Harta Kekayaan Jahra Mandar
Wakil Wali Kota Tidore Lantik Tiga Pejabat, Ini Daftar Namanya
Petugas PLN ULP Bacan Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan
Warga Kawasi-Soligi Soroti Relokasi dan Masalah Ekonomi, Pemkab Halsel Diminta Bertindak
2 Pekan Beraktivitas di Ternate, Komunitas Punk Asal Jawa Barat Bakal Dipulangkan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:14 WIT

Harga di Rak Beda dengan Kasir, Disperindag Malut Periksa Indomaret Dufa-Dufa

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIT

BREAKING NEWS: Kantor Dinas PUPR Halmahera Timur Dilalap Api, Penyebab Belum Diketahui

Rabu, 9 September 2026 - 19:35 WIT

Mulai 11 September, Aktivitas Pasar hingga Pangkas Rambut di Tidore Dibatasi Tiap Jumat

Rabu, 9 September 2026 - 15:55 WIT

Wakil Wali Kota Tidore Lantik Tiga Pejabat, Ini Daftar Namanya

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIT

Petugas PLN ULP Bacan Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!