WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, mengingatkan mahasiswa baru IAIN Ternate agar memiliki karakter humanis di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Tauhid saat menjadi narasumber dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru IAIN Ternate Tahun Akademik 2026/2027, Senin (24/8/2026).
Dalam materi bertema “Membangun Karakter Mahasiswa yang Humanis: Cermin Pemimpin Masa Depan”, Tauhid mengajak mahasiswa melihat kembali posisi Ternate sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan ilmu, perdagangan, dan peradaban di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, sejak masa Kesultanan Ternate, wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai salah satu simpul perdagangan rempah dunia, tetapi juga menjadi bagian penting dari penyebaran ilmu pengetahuan dan syiar Islam di kawasan timur Nusantara.
Warisan sejarah tersebut, kata Tauhid, dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun karakter yang terbuka, toleran, menghargai ilmu pengetahuan, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Ia kemudian mengingatkan mahasiswa terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Tantangan itu antara lain derasnya arus informasi dan digitalisasi, kecenderungan individualistik, polarisasi dan intoleransi, serta krisis keteladanan.
“Mahasiswa harus mampu menampilkan jiwa yang humanis,” kata Tauhid dalam materinya.
Ia menjelaskan, karakter humanis tidak terbentuk secara instan. Sikap tersebut tumbuh melalui kebiasaan, lingkungan, serta keteladanan yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, Tauhid mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, menurutnya, harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tauhid juga berpesan agar mahasiswa berani memiliki cita-cita besar dan terus belajar meski nantinya telah menyelesaikan pendidikan.
Ia meminta mahasiswa menjadi pencipta solusi, bukan sekadar mencari kesempatan, serta menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Jangan takut bermimpi besar, jangan berhenti belajar setelah diwisuda, gunakan ilmu untuk bermanfaat bagi orang lain. Jadilah pencipta solusi, bukan hanya pencari kesempatan,” pesannya.
Menutup materinya, Tauhid mengaitkan perjalanan sejarah Ternate dengan peran generasi muda dalam membangun masa depan.
Jika dahulu rempah dari Ternate turut mengubah sejarah dunia, kata dia, maka kini ilmu pengetahuan dan karya mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi terhadap masa depan Indonesia.
Pesan tersebut menjadi penekanan Tauhid kepada mahasiswa baru agar menjadikan masa kuliah bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, memperluas pengetahuan, dan menyiapkan diri menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






