WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Sebanyak 523 mahasiswa IAIN Ternate menyandang status sebagai lulusan setelah mengikuti prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana.
Momen tersebut sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah dan mengaplikasikannya di tengah masyarakat.
Dari total 523 lulusan tersebut, sebanyak 52 merupakan lulusan program pascasarjana, terdiri dari 30 lulusan Pendidikan Agama Islam (PAI), 16 lulusan Hukum Keluarga Islam (HKI), dan enam lulusan Hukum Ekonomi Islam.
Sementara itu, 471 lulusan lainnya berasal dari program sarjana. Rinciannya, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 209 lulusan, Fakultas Syariah 76 lulusan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) 38 lulusan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 148 lulusan.
Rektor IAIN Ternate, Adnan Mahmud, mengapresiasi para orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan para lulusan hingga menyelesaikan studi.
Ia mengingatkan para wisudawan agar ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah tidak berhenti setelah mendapatkan ijazah.
“Ilmu yang diperoleh tanpa diaplikasikan tidak akan bermakna apa-apa,” kata Adnan, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, lulusan IAIN Ternate diharapkan mampu membawa pengetahuan yang didapat di kampus untuk memberi manfaat di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga memberikan perhatian kepada sejumlah lulusan terbaik. IAIN Ternate tengah membahas kemungkinan memberikan dukungan bagi lulusan berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, termasuk membantu biaya pada semester atau tahun pertama.
Lima lulusan yang tercatat sebagai lulusan terbaik yakni Numala Sinen dengan IPK 3,87 dari program S2 PAI, Arif Aries dengan IPK 3,98 dari S1 PAI, Khalishah Dayanah dengan IPK 3,91 dari S1 HKI, Surahman Ruski dengan IPK 3,93 dari S1 SPI, serta Nurul Azzahra Abdul dengan IPK 3,97 dari S1 AKS.
Selain itu, dukungan pendidikan juga diberikan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Ternate. Pada semester ganjil 2026, UPZ telah membantu sekitar 21 mahasiswa yang mengalami keterbatasan biaya pendidikan.
Bantuan tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Ternate.
Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang turut hadir dalam prosesi wisuda mengatakan, kelulusan dan gelar akademik bukan berarti proses belajar telah selesai.
Menurutnya, belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang kehidupan. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti menambah pengetahuan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Sarbin juga menyinggung rencana IAIN Ternate untuk mendorong mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, termasuk mengajarkan baca tulis Al-Qur’an di TPQ.
Ia menilai pengalaman tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat.
“Boleh kita punya IPK dengan berbagai program studinya bagus, tapi kalau tidak tahu baca Al-Qur’an juga ya berbahaya bagi alumni,” tegas Sarbin. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






