WAHANAMALUT.COM, TOBELO – Salah satu ecotourism resort di Pulau Meti, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menjadi lokasi gathering Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Maluku Utara bersama jurnalis.
Kehadiran para jurnalis diharapkan menjadi salah satu kunci dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di Pulau Meti, Halmahera Utara.
Melalui Capacity Building Media Partner 2026, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi panggung penguatan kapasitas sekaligus perekat kemitraan strategis antara BI Maluku Utara dan insan pers.
Menembus Pesisir demi Mengangkat Potensi Daerah
Pemilihan Meti Cottage sebagai lokasi kegiatan menyimpan cerita tersendiri bagi KPw BI Maluku Utara.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini BI Maluku Utara sengaja membawa 30 jurnalis keluar dari rutinitas perkotaan menuju destinasi wisata bahari di Halmahera Utara.
Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Maluku Utara, Safrizal Ariq Al Aziz, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap promosi pariwisata daerah.
“Kami mencoba menghadirkan konsep yang berbeda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan salah satu destinasi wisata unggulan di Maluku Utara agar semakin dikenal luas, bahkan hingga tingkat nasional,” ujar Ariq saat membuka acara, Rabu (29/7/2026).
Ia menekankan bahwa media merupakan pemangku kepentingan utama yang memegang peranan penting dalam mengedukasi masyarakat.
Dengan mempromosikan destinasi lokal, arus kunjungan wisatawan diharapkan meningkat dan mampu membawa dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar.
Mengawinkan AI dan Etika Jurnalistik
Di tengah laju disrupsi digital, lanskap media massa kini berhadapan dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Menjawab tantangan tersebut, agenda tahun ini turut menghadirkan sesi khusus mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik dengan menghadirkan Managing Editor Kumparan, Gadi Kurniawan Makitan, sebagai pemateri.
BI memandang AI bukan sebagai ancaman yang akan menggantikan peran jurnalis, melainkan sebagai enabler, yakni alat bantu untuk meningkatkan efisiensi mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga proses verifikasi.
“Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal oleh insan pers untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas, namun tetap berpegang teguh pada prinsip akurasi, objektivitas, dan etika jurnalistik,” jelas Ariq.
Dengan pemanfaatan AI secara bijak, kualitas pemberitaan mengenai kebijakan moneter, sistem pembayaran, hingga potensi ekonomi lokal diharapkan dapat disajikan lebih mendalam dan menarik bagi publik.
Media sebagai Jembatan Kebijakan Publik
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mempertegas betapa strategisnya posisi media dalam mengawal implementasi kebijakan publik.
“Saya meyakini tidak ada kebijakan publik yang dapat tereksekusi secara efektif tanpa dukungan media. Setiap kebijakan memiliki tujuan dan manfaat yang harus dipahami masyarakat, dan media adalah jembatan utamanya,” kata Fadhil.
Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia mengemban mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Fadhil mencontohkan bahwa kebijakan seperti penyesuaian BI Rate hingga strategi pengendalian inflasi melalui pilar 4K, Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, membutuhkan narasi yang akurat dari media.
Komunikasi publik yang jernih dinilai mampu membentuk ekspektasi positif sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui ruang diskusi, pembekalan teknologi, hingga kompetisi penulisan yang digelar selama dua hari, Bank Indonesia dan insan pers Maluku Utara meneguhkan komitmen bersama.
Yakni menyajikan informasi yang edukatif, menjaga kepercayaan publik, serta mendorong roda perekonomian dan pariwisata Negeri Moloku Kie Raha agar terus melaju pesat. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






