Peningkatan Penumpang Garuda Indonesia Rute Ternate-Jakarta Capai 90 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENERBANGAN - General Manager Garuda Indonesia Cabang Ternate, Achmad Allam Rafli, saat menyampaikan perkembangan keterisian penumpang dan strategi layanan penerbangan Garuda rute Ternate-Jakarta hingga akhir 2026, Rabu (19/8/2026). (Dok: Wahana Malut/Tia).

PENERBANGAN - General Manager Garuda Indonesia Cabang Ternate, Achmad Allam Rafli, saat menyampaikan perkembangan keterisian penumpang dan strategi layanan penerbangan Garuda rute Ternate-Jakarta hingga akhir 2026, Rabu (19/8/2026). (Dok: Wahana Malut/Tia).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Garuda Indonesia Cabang Ternate terus mematangkan strategi pasar guna mendorong kinerja positif hingga akhir 2026.

General Manager Garuda Indonesia Cabang Ternate, Achmad Allam Rafli, mengungkapkan optimisme tersebut seiring dengan tren peningkatan keterisian penumpang serta berbagai langkah taktis dalam menjaga daya saing harga tiket.

Berdasarkan data internal Garuda Indonesia Cabang Ternate, tingkat keterisian penumpang pada periode Januari hingga Juni 2026 berada di kisaran 82 persen.

Informasi Wahana Malut

Tren positif tersebut disebut terus berlanjut memasuki paruh kedua tahun ini. Pada Juli dan Agustus 2026, tingkat keterisian penumpang tercatat mengalami peningkatan hingga berada di kisaran 85–90 persen.

“Untuk Juli dan Agustus ini kita melihat terdapat kenaikan, berkisar mungkin di antara 85 sampai 90 persen,” ujar Achmad Allam Rafli.

Menurut Rafli, peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi udara menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan load factor Garuda Indonesia Cabang Ternate.

Selain tren penumpang, penurunan harga bahan bakar pesawat atau avtur juga dinilai memberikan stimulus terhadap pasar penerbangan.

Baca Juga:  Warga Malut Laporkan 1.104 Kasus Penipuan Belanja Online ke OJK

Menghadapi tantangan pasar, kata Allam, Garuda Indonesia tetap berkomitmen menyajikan harga tiket yang kompetitif guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Salah satu strategi yang diandalkan adalah menghadirkan berbagai program promo khusus.

Sebelumnya, Garuda Indonesia menggelar promo “Merdeka” untuk periode pembelian 11–17 Agustus 2026. Promo tersebut menawarkan tarif penerbangan yang lebih kompetitif, termasuk untuk rute Ternate-Jakarta.

“Rute dari Ternate ke Jakarta itu kami tawarkan mulai dari Rp2,6 juta, sedangkan dari Jakarta ke Ternate mulai dari Rp2,7 juta. Ini merupakan bagian dari strategi kami untuk merangkul market yang lebih luas lagi,” jelas Rafli.

Menatap sisa tahun 2026, Garuda Indonesia Cabang Ternate memasang target kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati demikian, industri penerbangan masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya ketidakpastian geopolitik global yang turut memberikan dampak terhadap bisnis maskapai penerbangan.

Baca Juga:  Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, Ini Jadwal Lengkapnya

“Tahun ini memang terdapat kendala berupa konflik global di dunia yang turut memberikan dampak pada bisnis maskapai penerbangan (airlines),” tambah Rafli.

Allam berharap ketegangan global dapat segera mereda dan harga avtur terus melandai. Memasuki akhir kuartal III dan kuartal IV 2026, Garuda Indonesia menargetkan tingkat keterisian penumpang kembali menembus angka di atas 90 persen dengan tetap mempertahankan profitabilitas perusahaan.

Di sisi lain, Garuda Indonesia juga mengantisipasi potensi kenaikan harga tiket menjelang periode liburan akhir tahun, termasuk Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Garuda Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah apabila kembali terdapat kebijakan subsidi tiket untuk periode Nataru seperti yang pernah diterapkan sebelumnya.

“Untuk tahun ini kami masih menunggu. Jika memang nantinya ada kebijakan subsidi lagi dari pemerintah, kami tentu akan siap mengikuti dan mendukung program tersebut, khususnya untuk mensubsidi tiket pada periode Nataru,” pungkas Rafli. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

BI Maluku Utara Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat KKI 2026
OJK: Dana Masyarakat di Maluku Utara Tembus Rp19,54 Triliun, Naik 29,5 Persen
KREF BI: Potensi Laut Maluku Utara Didorong Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Warga Malut Laporkan 1.104 Kasus Penipuan Belanja Online ke OJK
Program Rindang Berseri Ditutup, BI Maluku Utara Dorong Gerakan Menanam untuk Tekan Inflasi
Hampir Seluruh Rekening Bank di Maluku Utara Dijamin LPS, Capai 99,98 Persen
Zulkifli Hasan: Swasembada Pangan Tak Bisa Ditawar, Pempus Siapkan Perhatian Lebih bagi Nelayan Malut
BI Malut Kembangkan Demplot Bawang Merah di Halmahera Timur, Target Produksi 10 Ton per Hektare

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:58 WIT

BI Maluku Utara Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat KKI 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:53 WIT

OJK: Dana Masyarakat di Maluku Utara Tembus Rp19,54 Triliun, Naik 29,5 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:18 WIT

Peningkatan Penumpang Garuda Indonesia Rute Ternate-Jakarta Capai 90 Persen

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:11 WIT

KREF BI: Potensi Laut Maluku Utara Didorong Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:51 WIT

Warga Malut Laporkan 1.104 Kasus Penipuan Belanja Online ke OJK

Berita Terbaru

EKONOMI - Kepala KPwBI Maluku Utara Handi Susila bersama pelaku UMKM binaan yang mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. Dua UMKM wastra Maluku Utara, Putadino Kayangan dan Rapidino, tampil memamerkan produk unggulannya dalam ajang tersebut. (Dok: BI Malut).

Ekonomi

BI Maluku Utara Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat KKI 2026

Sabtu, 22 Agu 2026 - 08:58 WIT

error: Content is protected !!