BI Malut Kembangkan Demplot Bawang Merah di Halmahera Timur, Target Produksi 10 Ton per Hektare

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Fadhil Muhammad bersama Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu (2/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

EKONOMI - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Fadhil Muhammad bersama Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu (2/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

WAHANAMALUT.COM, HALTIM – Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur memulai penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan panen raya padi di Pondok Pesantren Ibadurrahman dan dihadiri Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok tani, serta pengurus Pondok Pesantren Ibadurrahman.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan pengembangan bawang merah merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Maluku Utara.

Informasi Wahana Malut

Menurutnya, peningkatan produksi komoditas pangan strategis perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, pondok pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pengembangan komoditas seperti padi dan bawang merah diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan pangan, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Fadhil.

Baca Juga:  Program Rindang Berseri Ditutup, BI Maluku Utara Dorong Gerakan Menanam untuk Tekan Inflasi

Ia menjelaskan, demplot bawang merah memiliki luas satu hektare yang dibagi menjadi empat petak masing-masing 0,25 hektare. Penanaman menggunakan sekitar 1.200 kilogram benih varietas Bima Brebes dengan masa tanam diperkirakan 55 hingga 65 hari.

Selama proses budidaya, petani mendapat pendampingan teknis mulai dari penanaman hingga panen. Dengan pendampingan tersebut, produktivitas bawang merah ditargetkan mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.

Selain penanaman bawang merah, kegiatan juga dirangkaikan dengan panen padi di Pondok Pesantren Ibadurrahman yang menjadi bagian dari program kemandirian pangan pesantren.

Fadhil mengatakan, pengembangan budidaya padi di pesantren telah dimulai sejak 2025 pada lahan seluas satu hektare dan kini berkembang menjadi enam hektare melalui konsep pertanian terintegrasi.

“Dengan pengelolaan yang semakin baik, produktivitas panen diperkirakan mencapai lima sampai enam ton gabah per hektare,” ujarnya.

Baca Juga:  KREF BI: Potensi Laut Maluku Utara Didorong Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Ia menambahkan, Bank Indonesia telah mendampingi pengembangan pertanian di Pondok Pesantren Ibadurrahman secara bertahap melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, bantuan alat dan mesin pertanian, serta penguatan sarana produksi.

Pada 2026, dukungan tersebut akan dilanjutkan melalui Program AIR Berkah Indonesia yang mencakup pelatihan dan bantuan unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Selain di lingkungan pesantren, Bank Indonesia juga telah memberikan dukungan kepada sejumlah kelompok tani di Halmahera Timur sejak 2014. Bantuan tersebut antara lain berupa rumah pengering, rumah produksi, laboratorium, kandang sapi, combine harvester, mesin tanam padi, hingga berbagai sarana pendukung pertanian lainnya.

“Kami harap kolaborasi ini terus diperkuat agar sektor pertanian di Halmahera Timur semakin produktif, mampu menjaga stabilitas pasokan pangan, mendukung pengendalian inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tandas Fadhil. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah
BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan
Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar
Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying
Pangan Ternate Menipis, Akademisi Unkhair Desak Pemkot Intervensi Petani dan Awasi Monopoli Harga-Stok
Harga Cabai Naik Lagi di Ternate, Pedagang: Stok Mulai Menipis
Harga Rempah di Ternate 1 September 2026: Fuli Naik Jadi Rp300 Ribu, Cengkih dan Pala Stabil

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIT

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIT

BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:29 WIT

35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIT

Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:16 WIT

Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying

Berita Terbaru

error: Content is protected !!