Musim Kemarau, Warga Halmahera Selatan Diminta Waspada Karhutla

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMBAUAN -
Personel Sat Samapta Polres Halmahera Selatan memberikan edukasi kepada warga saat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Halmahera Selatan, Rabu (12/8/2026). Polisi mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar di tengah kondisi vegetasi yang kering selama musim kemarau.

IMBAUAN - Personel Sat Samapta Polres Halmahera Selatan memberikan edukasi kepada warga saat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Halmahera Selatan, Rabu (12/8/2026). Polisi mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar di tengah kondisi vegetasi yang kering selama musim kemarau.

WAHANAMALUT.COM, HALSEL – Kondisi lahan dan vegetasi yang mulai mengering selama musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Halmahera Selatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Sat Samapta Polres Halmahera Selatan mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan api saat membuka maupun membersihkan lahan.

Imbauan itu disampaikan personel Piket Patroli saat menyambangi warga, Rabu (12/8/2026). Edukasi diberikan terutama terkait bahaya pembakaran lahan ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering.

Informasi Wahana Malut
Baca Juga:  Lindungi Kebun dari Lalu Lalang Alat Berat, 7 Warga Kawasi Dipanggil Polisi

Kasat Samapta Polres Halsel, AKP Sunadi, mengatakan kondisi vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran dan kerugian bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan kerugian,” tegas Sunadi.

Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya petani dan pemilik lahan yang beraktivitas di wilayah rawan.

Baca Juga:  Dampak Karhutla, Siswa PAUD hingga SMP di Ternate Diliburkan

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Laaporan tersebut sebagai bagian dari deteksi dini menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau,” tuturnya.

Sunadi berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah munculnya titik api yang berkembang menjadi kebakaran lebih luas. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

PT GMM Salurkan 2.000 Produk Susu, Sasar Warga 8 Desa di Halsel
Jadi Tersangka Pemerkosaan, Ayah Tiri di Halsel Terancam 12 Tahun Penjara
Lindungi Kebun dari Lalu Lalang Alat Berat, 7 Warga Kawasi Dipanggil Polisi
27 Tahun FIB Unkhair, Rama Arif Hadir hingga Empat Buku Dosen Diluncurkan
Hari Radio ke-81, Tiga Panti Asuhan di Ternate Terima Bantuan Baznas
Petugas PLN ULP Bacan Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan
Warga Kawasi-Soligi Soroti Relokasi dan Masalah Ekonomi, Pemkab Halsel Diminta Bertindak
RSU Tidore Dukung Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi UMMU, Perkuat Jejaring Pendidikan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:04 WIT

PT GMM Salurkan 2.000 Produk Susu, Sasar Warga 8 Desa di Halsel

Senin, 28 September 2026 - 20:29 WIT

Jadi Tersangka Pemerkosaan, Ayah Tiri di Halsel Terancam 12 Tahun Penjara

Senin, 14 September 2026 - 22:02 WIT

Lindungi Kebun dari Lalu Lalang Alat Berat, 7 Warga Kawasi Dipanggil Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 11:41 WIT

27 Tahun FIB Unkhair, Rama Arif Hadir hingga Empat Buku Dosen Diluncurkan

Selasa, 8 September 2026 - 19:36 WIT

Hari Radio ke-81, Tiga Panti Asuhan di Ternate Terima Bantuan Baznas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!