WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara mencatat sebanyak 121 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Data tersebut berdasarkan laporan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Menular Seksual (P2 IMS) Dinas Kesehatan Kota Ternate, yang diterima oleh wahanamalut.com pada Kamis (27/8/2026).
Dari total 121 kasus yang teridentifikasi, sebanyak 112 orang berada pada stadium HIV, sedangkan 9 orang telah berada pada stadium AIDS.
Berdasarkan jenis kelamin, kasus HIV/AIDS didominasi laki-laki. Tercatat sebanyak 84 laki-laki terkonfirmasi positif HIV/AIDS, sedangkan perempuan sebanyak 37 orang.
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif 25–49 tahun, yakni sebanyak 74 kasus.
Dari jumlah tersebut, 52 kasus merupakan laki-laki dan 22 kasus perempuan.
Kelompok usia 20–24 tahun menempati urutan berikutnya dengan 34 kasus, terdiri dari 24 laki-laki dan 10 perempuan.
Sementara itu, pada kelompok usia 15–19 tahun ditemukan 9 kasus, terdiri dari 6 laki-laki dan 3 perempuan.
Dinkes Ternate juga mencatat 3 kasus pada kelompok usia di atas 50 tahun, yakni 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Selain itu, terdapat 1 kasus pada balita perempuan berusia di bawah 4 tahun. Sedangkan pada kelompok usia 5–14 tahun tidak ditemukan kasus.
Berdasarkan faktor risiko penularan, hubungan seksual menjadi faktor yang paling banyak tercatat. Hubungan heteroseksual mencapai 67 kasus, sedangkan homoseksual sebanyak 53 kasus.
Selain penularan melalui hubungan seksual, terdapat 1 kasus melalui jalur perinatal, yakni penularan dari ibu kepada bayi.
Sementara, faktor risiko melalui penggunaan jarum suntik bersama atau Injecting Drug User (IDU) serta hubungan biseksual masing-masing tercatat 0 kasus.
Berdasarkan latar belakang pekerjaan, kasus terbanyak ditemukan pada pegawai atau karyawan swasta dengan 32 orang.
Kemudian kelompok tidak bekerja sebanyak 22 orang, ibu rumah tangga 21 orang, anak sekolah atau mahasiswa 12 orang, dan wiraswasta atau usaha sendiri sebanyak 9 orang.
Selanjutnya, kasus tercatat pada ASN sebanyak 4 orang, petani/peternak/nelayan 3 orang, penjaja seks 2 orang, tenaga profesional nonmedis 2 orang, tenaga profesional medis 1 orang, sopir/tukang ojek 1 orang, serta narapidana 1 orang.
Selain itu, terdapat 11 kasus dengan pekerjaan yang tidak diketahui. Sementara kelompok TNI/Polri, buruh kasar, pegawai salon, dan pelaut tercatat nihil kasus.
Dalam penanganannya, dari total 121 kasus, sebanyak 93 orang telah aktif menjalani terapi Antiretroviral (ART) hingga Juli 2026.
Sementara itu, 15 orang belum memulai terapi ART, 7 orang tercatat putus obat atau Lost to Follow Up (LFU), dan 6 orang dilaporkan telah meninggal dunia.
Dengan demikian, data Dinkes Kota Ternate periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan kasus HIV/AIDS masih ditemukan di berbagai kelompok usia dan latar belakang pekerjaan, dengan kelompok usia produktif menjadi kelompok dengan jumlah kasus tertinggi. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






