Opo Luruskan Tudingan Sherly Laos Bohongi Keluarga Korban Bela72

Senin, 14 September 2026 - 21:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faisal Opo Anwar saat memberikan penjelasan terkait polemik penyelesaian tragedi kecelakaan speedboat Bela72 dan komunikasi dengan keluarga korban, Senin (14/9/2026). (Dok: Istimewa)

Faisal Opo Anwar saat memberikan penjelasan terkait polemik penyelesaian tragedi kecelakaan speedboat Bela72 dan komunikasi dengan keluarga korban, Senin (14/9/2026). (Dok: Istimewa)

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Faisal Opo Anwar meluruskan polemik terkait penyelesaian tragedi kecelakaan speedboat Bela72, terutama tudingan bahwa Sherly Laos telah membohongi keluarga korban.

Opo menegaskan, komunikasi yang dilakukan Sherly dengan keluarga korban berlangsung dalam konteks kemanusiaan dan kekeluargaan.

“Sherly bicara sebagai korban. Suaminya juga meninggal,” kata Opo.

Informasi Wahana Malut

Kecelakaan speedboat Bela72 mengakibatkan enam orang meninggal dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut Opo, setelah kejadian, komunikasi dilakukan dengan keluarga para korban. Dari enam keluarga korban meninggal, lima di antaranya disebut telah menyatakan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme restorative justice (RJ).

Sementara satu keluarga, yakni Seni Saleh, keluarga korban Hamdani Buamonabot, pada awalnya masih ingin proses hukum dilanjutkan.

Opo mengatakan, dalam komunikasi tersebut Seni sempat diberi penjelasan mengenai konsekuensi apabila perkara diteruskan melalui jalur hukum, termasuk kemungkinan pihak yang bertanggung jawab menjalani hukuman penjara.

“Kalau proses hukum dilanjutkan, tentu ada konsekuensinya. Salah satunya pihak yang bertanggung jawab bisa menjalani hukuman penjara,” ujar Opo.

Setelah itu, menurut Opo, dilakukan pertemuan dengan keluarga korban. Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah hotel dan kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Menurut Opo, Seni di hadapannya sempat menyampaikan sejumlah kebutuhan. Di antaranya rumah, biaya hidup dan pendidikan anak, bantuan modal usaha, peluang pekerjaan sebagai aparatur sipil negara, serta bantuan mencari pengacara untuk membantu proses penjualan rumah di Sula.

Baca Juga:  Baznas Ternate Salurkan Bantuan Rp167,5 Juta untuk 670 Warga Kurang Mampu

Opo menegaskan, makan malam tersebut bukan forum resmi, melainkan pertemuan keluarga korban. Sherly, kata dia, berbicara sebagai sesama korban yang juga kehilangan suami dalam tragedi tersebut.

Menurut Opo, dalam pertemuan tersebut masing-masing keluarga ditanya mengenai kebutuhan mereka. Lima perwakilan keluarga korban kemudian disebut menyatakan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui RJ.

“Jadi, yang dibicarakan itu kebutuhan masing-masing keluarga. Kita tanya apa yang mereka butuhkan dan kemudian dibicarakan penyelesaiannya,” kata Opo.

Terkait kebutuhan rumah, Opo menyebut sempat menawarkan rumah yang dibangun pihak swasta dengan membayar uang muka dan dapat ditempati keluarga korban dengan mekanisme pembayaran secara bertahap. Rumah tersebut juga disebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.

Namun, menurut Opo, setelah sebelumnya menyatakan kesediaan, Seni kemudian berubah sikap.

Opo juga menyebut kebutuhan modal dan peralatan usaha tetap terbuka untuk dibicarakan. Namun, saat ditanya dua kali mengenai jenis usaha yang akan dijalankan, menurut dia, Seni belum memberikan penjelasan secara rinci.

Dalam komunikasi berikutnya, Seni disebut pernah menyampaikan permintaan bantuan Rp50 juta untuk membeli tanah dan tidak membutuhkan kebutuhan lain.

Baca Juga:  85 Persen Perempuan di Empat Desa Lingkar Tambang IWIP Halteng Terpapar Arsenik

Opo menyebut permintaan tersebut tidak dipenuhi karena berada di luar kesepakatan awal, yakni kebutuhan rumah dan modal usaha.

“Kalau kebutuhan awalnya rumah dan modal usaha, itu yang kita bicarakan. Ketika kemudian muncul permintaan Rp50 juta untuk membeli tanah, itu sudah berbeda dari pembicaraan sebelumnya,” ujar Opo.

Opo juga menyinggung dokumen kesepakatan RJ yang telah ditandatangani Seni. Menurutnya, dokumen tersebut tidak diberikan secara terburu-buru karena Seni memiliki waktu untuk membaca dan memahami isinya sebelum membubuhkan tanda tangan.

Terkait kondisi anak Seni yang disebut sedang sakit, Opo mengatakan telah menyampaikan agar anak tersebut dibawa ke Ternate untuk mendapatkan perawatan dan biaya pengobatan akan dibantu.

Namun, menurut Opo, pada keesokan harinya Seni datang tanpa membawa anaknya.

Opo turut membantah adanya perlakuan khusus kepada keluarga tertentu. Kata Opo, bantuan dan fasilitas yang dibicarakan merupakan respons terhadap kebutuhan masing-masing keluarga korban.

“Tidak ada perlakuan khusus. Apa yang dibicarakan itu berdasarkan kebutuhan masing-masing keluarga korban,” tegas Opo.

Soal biaya perjalanan, Opo menyebut keluarga yang hadir dalam pertemuan juga mendapatkan penggantian biaya perjalanan. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara
KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024
Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi
Ternate Jadi Tuan Rumah TPT ke-35 Perhapi, Mahasiswa Tambang Dibekali Pengalaman Lapangan
Sambut Hari Santri 2026, IAIN Ternate Gelar Lomba Karya Tulis dan Pidato
Baznas Ternate Turun ke TPA Takome, Siapkan Logistik untuk Petugas Pemadam
IAIN Ternate Usulkan Rusun untuk Dosen dan Pegawai ke Kementerian PKP
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:58 WIT

Somasi Abdullah Bandang Berbalas, Kuasa Hukum Perumda Ake Gaale Ternate Buka Suara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:50 WIT

KATAM Malut: Tak Ada Operasional Smart Marsindo di Pulau Gebe, Shanty Bukan Pengurus Sejak 2024

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49 WIT

Bawaslu Haltim Cek Data Pemilih Faktual, Ini Sejumlah Kerawanan yang Diawasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:23 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT ke-35 Perhapi, Mahasiswa Tambang Dibekali Pengalaman Lapangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:17 WIT

Sambut Hari Santri 2026, IAIN Ternate Gelar Lomba Karya Tulis dan Pidato

Berita Terbaru

error: Content is protected !!