Kenapa Ternate Diselimuti Kabut Asap? Ini Penjelasan BMKG

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kabut asap. Dok: Unsplash/Nathan Anderson.

Ilustrasi kabut asap. Dok: Unsplash/Nathan Anderson.

WAHANAMALUT.COM, TERNATE — Kabut asap yang menyelimuti Kota Ternate dalam beberapa hari terakhir diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, mulai dari Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Utara hingga Papua bagian selatan.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, menjelaskan asap dari wilayah kebakaran tersebut terbawa angin dari arah timur hingga tenggara dan menyebar ke Maluku Utara.

Kondisi ini turut memengaruhi jarak pandang di Kota Ternate, terutama pada pagi hari. Kabut asap yang cukup tebal bahkan dilaporkan mengganggu aktivitas penerbangan.

Informasi Wahana Malut

“Dalam beberapa hari terakhir, fenomena seperti ini sudah terpantau. Pada pagi hari, kabut cukup tebal sehingga mengurangi jarak pandang dan menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan,” kata Fahmi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Baca Juga:  Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo

Berdasarkan pemantauan data satelit, potensi sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah Maluku Utara, termasuk Halmahera, Ternate, dan Tidore.

Citra sebaran asap BMKG pada 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB juga menjadi salah satu bahan pemantauan untuk melihat perkembangan fenomena tersebut.

Fahmi mengatakan, belum dapat dipastikan berapa lama kabut asap akan menyelimuti Ternate. Durasi kondisi tersebut bergantung pada pola dan arah angin serta perkembangan kebakaran di wilayah yang menjadi sumber asap.

Baca Juga:  Kisah Bambang: Porter Kapal Ternate yang Mengais Rezeki saat Penumpang Pesawat Batal Terbang

“Untuk berapa lama kondisi ini berlangsung, sangat bergantung pada pola angin yang bertiup di wilayah kita dan perkembangan kebakaran yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Selain berdampak pada jarak pandang, kabut asap juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas agar menggunakan masker, karena fenomena yang terjadi saat ini dapat mengganggu kesehatan tubuh, terutama pada saluran pernapasan,” tandas Fahmi. (*)

Berita Terkait

Front Fagawene Lelilef Tagih Tanggung Jawab IWIP soal Debu, Air Bersih dan Atap Seng
PLTN Terapung 200 MW Mau Dibangun di Halmahera, WALHI Malut Pertanyakan Risiko Nuklir
WALHI Malut Desak Audit Harita Usai Temukan Logam Berat di Air Kawasi
KATAM Malut Desak Prabowo Audit Lingkungan PT IWIP Usai Peresmian Investasi Rp180 Triliun
PT HSM Diduga Gusur 800 Hektare Lahan Warga Kulo Jaya Halteng, Pelta Malut Soroti Hak yang Belum Tuntas
Perempuan di Lingkar PT IWIP Terpapar Arsenik, Dokter Soroti Risiko Kanker
Kebakaran TPA Takome Meluas, WALHI Malut Desak Pemerintah Lindungi Warga
3.314 Hektare Hutan dan Lahan di Malut Terbakar, WALHI Desak Usut Titik Api Sekitar Konsesi Tambang

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:48 WIT

Front Fagawene Lelilef Tagih Tanggung Jawab IWIP soal Debu, Air Bersih dan Atap Seng

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:10 WIT

PLTN Terapung 200 MW Mau Dibangun di Halmahera, WALHI Malut Pertanyakan Risiko Nuklir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIT

WALHI Malut Desak Audit Harita Usai Temukan Logam Berat di Air Kawasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIT

Kenapa Ternate Diselimuti Kabut Asap? Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:01 WIT

KATAM Malut Desak Prabowo Audit Lingkungan PT IWIP Usai Peresmian Investasi Rp180 Triliun

Berita Terbaru

error: Content is protected !!