OJK: Dana Masyarakat di Maluku Utara Tembus Rp19,54 Triliun, Naik 29,5 Persen

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEUANGAN - Ilustrasi pertumbuhan sektor jasa keuangan di Maluku Utara yang mencatat kinerja positif hingga Semester I 2026. (Dok: Generate AI).

KEUANGAN - Ilustrasi pertumbuhan sektor jasa keuangan di Maluku Utara yang mencatat kinerja positif hingga Semester I 2026. (Dok: Generate AI).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Sektor jasa keuangan Maluku Utara tumbuh positif sepanjang Semester I 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara mencatat peningkatan kredit, dana masyarakat, pembiayaan syariah, hingga jumlah investor pasar modal.

Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, mengatakan kondisi sektor jasa keuangan di Maluku Utara tetap stabil. Menurutnya, likuiditas yang kuat dan risiko yang terkendali turut menopang pertumbuhan sektor keuangan daerah.

Informasi Wahana Malut

“Secara umum, sektor jasa keuangan di Maluku Utara berada dalam kondisi stabil dan tumbuh positif,” kata Adi.

Dana Masyarakat Maluku Utara Naik 29,5 Persen

OJK mencatat penyaluran kredit berdasarkan lokasi kantor mencapai Rp16,57 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 3,68 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit juga berjalan seiring dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Perbankan Maluku Utara menghimpun DPK sebesar Rp19,54 triliun hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut meningkat 29,50 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit turut menjaga likuiditas perbankan. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Maluku Utara tercatat 84,77 persen, lebih rendah daripada rasio nasional sebesar 88,32 persen.

Dari sisi risiko, perbankan juga mampu menjaga kualitas kredit. OJK mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,57 persen. Angka tersebut masih berada di bawah batas 5 persen.

Baca Juga:  Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, PAD Halmahera Selatan Naik Jadi Rp300,6 Miliar

Pembiayaan Syariah Tumbuh 20,68 Persen

Pertumbuhan positif juga terlihat pada industri perbankan syariah. Hingga Juni 2026, pembiayaan syariah di Maluku Utara mencapai Rp1,62 triliun.

Angka tersebut tumbuh 20,68 persen secara tahunan. Pertumbuhan pembiayaan syariah Maluku Utara bahkan hampir dua kali lipat daripada pertumbuhan nasional yang mencapai 11,29 persen.

“Pertumbuhan pembiayaan syariah di Maluku Utara menunjukkan perkembangan positif. Angkanya bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional,” ujar Adi.

Adi melihat kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan industri keuangan syariah di Maluku Utara. Pertumbuhan pembiayaan juga dapat memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan.

Kredit UMKM Capai Rp3,47 Triliun

Perbankan juga terus menyalurkan kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, penyaluran kredit UMKM berdasarkan lokasi kantor mencapai Rp3,47 triliun.

Kredit usaha kecil mengambil porsi terbesar dengan 44,99 persen. Berikutnya, kredit usaha mikro mencapai 42,54 persen dan usaha menengah sebesar 12,47 persen.

Jika menggunakan perhitungan berdasarkan lokasi usaha, total penyaluran kredit mencapai Rp34,17 triliun. Nilai tersebut tumbuh 2,26 persen secara tahunan.

Kualitas kredit berdasarkan lokasi usaha juga menunjukkan kondisi yang lebih baik. OJK mencatat NPL gross sebesar 1,86 persen, lebih rendah daripada NPL gross nasional yang mencapai 2,09 persen.

Baca Juga:  Front Fagawene Lelilef Tagih Tanggung Jawab IWIP soal Debu, Air Bersih dan Atap Seng

Investor Pasar Modal Maluku Utara Hampir 74 Ribu

Selain perbankan, aktivitas investasi masyarakat Maluku Utara di pasar modal juga meningkat.

OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 73.947 investor hingga Juni 2026. Jumlah tersebut melonjak 97,08 persen dibandingkan Juni 2025.

Pertumbuhan investor turut mendorong peningkatan transaksi saham. Pada Juni 2026, nilai transaksi saham mencapai Rp203,46 miliar.

Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp62,82 miliar.

OJK juga mencatat pertumbuhan pada sejumlah instrumen investasi. Jumlah investor saham tumbuh 70,09 persen, investor reksa dana meningkat 99,26 persen, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) naik 62,71 persen secara tahunan.

“Peningkatan jumlah investor mencerminkan semakin meningkatnya partisipasi dan kepercayaan masyarakat Maluku Utara terhadap pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi,” kata Adi.

Menurut Adi, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam sektor jasa keuangan Maluku Utara.

Ia mengatakan OJK akan terus mendorong penguatan sektor jasa keuangan daerah. OJK juga akan memastikan pertumbuhan industri berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah
BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan
Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar
Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying
Pangan Ternate Menipis, Akademisi Unkhair Desak Pemkot Intervensi Petani dan Awasi Monopoli Harga-Stok
Harga Cabai Naik Lagi di Ternate, Pedagang: Stok Mulai Menipis
Harga Rempah di Ternate 1 September 2026: Fuli Naik Jadi Rp300 Ribu, Cengkih dan Pala Stabil

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIT

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIT

BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:29 WIT

35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIT

Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:16 WIT

Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying

Berita Terbaru

error: Content is protected !!