WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Kinerja perdagangan luar negeri Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Nilai ekspor Malut mencapai US$11.775,27 juta, meningkat 28,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$9.155,38 juta.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Malut masih tumbuh kuat hingga Agustus 2026.
“Nilai ekspor Maluku Utara periode Januari–Agustus 2026 mencapai US$11.775,27 juta, atau meningkat 28,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Harim.
Ekspor Agustus Melonjak
Pertumbuhan ekspor juga terlihat pada Agustus 2026. Nilai ekspor Malut pada bulan tersebut mencapai US$1.931,48 juta, naik 78,53 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kenaikan terutama didorong sejumlah komoditas utama. Ekspor nikel (HS 75) mencatat peningkatan nilai terbesar, yakni US$1.257,05 juta atau tumbuh 45,49 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025.
Ekspor aluminium (HS 76) juga meningkat US$657,51 juta. Sementara besi dan baja (HS 72) naik US$458,28 juta atau 7,74 persen.
Kemudian, ekspor bahan kimia anorganik (HS 28) meningkat US$250,96 juta atau 68,38 persen.
“Sebagian besar komoditas utama mengalami peningkatan nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Harim.
Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami pertumbuhan. Ekspor logam dasar lainnya (HS 81) turun US$2,55 juta atau 2,70 persen. Ekspor mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) juga turun US$215,44 ribu atau 78,34 persen.
Besi, Nikel dan Aluminium Dominan
Harim mengatakan struktur ekspor Malut masih didominasi tiga golongan barang utama, yakni besi dan baja, nikel, serta aluminium.
Ketiganya memberikan kontribusi 93,93 persen terhadap total ekspor Malut sepanjang Januari–Agustus 2026.
“Dari sisi pertumbuhan, ekspor tiga golongan barang tersebut meningkat 27,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya.
Impor Naik 32,40 Persen
Di sisi lain, aktivitas impor Malut juga mengalami peningkatan. Nilai impor sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai US$5.102,47 juta, naik US$1.248,74 juta atau 32,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, sepuluh golongan barang utama menyumbang 94,96 persen atau senilai US$4.845,47 juta.
Kenaikan impor terbesar terjadi pada kelompok garam, belerang dan kapur (HS 25) yang meningkat US$906,16 juta atau 184,67 persen.
Selanjutnya, impor bahan bakar mineral (HS 27) naik US$383,88 juta atau 99,45 persen. Impor mesin dan peralatan listrik (HS 85) meningkat US$279,29 juta atau 55,78 persen.
Impor bijih, kerak dan abu logam (HS 26) juga naik US$197,43 juta atau 65,77 persen. Sementara bahan kimia anorganik (HS 28) meningkat US$81,46 juta atau 40,39 persen.
Namun, impor mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) turun US$673,86 juta atau 46,23 persen. Impor kendaraan dan bagiannya (HS 87) juga turun US$43,70 juta atau 34,71 persen.
Khusus Agustus 2026, nilai impor Malut mencapai US$644,14 juta, naik US$52,15 juta atau 8,81 persen dibandingkan Agustus 2025.
Surplus Perdagangan Capai US$6,67 Miliar
Dengan nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, Maluku Utara mencatat surplus perdagangan yang cukup besar.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, neraca perdagangan Malut surplus US$6.672,80 juta.
Sementara khusus Agustus 2026, surplus perdagangan mencapai US$1.287,34 juta.
Kinerja tersebut menunjukkan perdagangan luar negeri Malut masih kuat ditopang ekspor komoditas berbasis pertambangan dan industri pengolahan, terutama nikel, besi dan baja, serta aluminium. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






