WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) terus mematangkan rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Maluku Utara sebagai mitra dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, dan Rektor UMMU, Prof. Dr. Ranita Rope, di Ruang Rapat Senat lantai 2 Gedung Rektorat UMMU, Rabu (9/9/2026).
Penandatanganan itu juga ditandai dengan pertukaran plakat antara kedua pimpinan institusi.
Rektor UMMU Prof. Ranita Rope mengatakan, kerja sama dengan rumah sakit merupakan salah satu persyaratan pengajuan pendirian FKG kepada Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, RSUD Chasan Boesoirie yang merupakan rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi dinilai menjadi mitra yang tepat untuk mendukung rencana tersebut.
“RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi adalah pilihan tepat,” ujar Ranita.
Ia menyebutkan, proses pengajuan pendirian FKG UMMU saat ini telah memasuki tahapan menunggu jadwal visitasi.
Sementara itu, Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, menilai kolaborasi antara rumah sakit dan perguruan tinggi penting untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Menurut Rosita, rumah sakit membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebaliknya, perguruan tinggi membutuhkan rumah sakit sebagai wahana untuk memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa.
“RSUD membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra riset, inovasi, dan peningkatan kualitas SDM. Sebaliknya, kampus memerlukan rumah sakit sebagai wahana praktik nyata,” ujar Rosita.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi segera ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi, RSUD Chasan Boesoirie menyatakan siap mendukung kebutuhan fasilitas dan tenaga ahli untuk menunjang standar pendidikan kedokteran gigi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kerja sama UMMU dan RSUD Chasan Boesoirie tidak hanya berfokus pada pendirian FKG. Kedua institusi juga sepakat memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






