WAHANAMALUT.COM, TERNATE — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara mendorong pelajar di Kota Ternate menjadi penggerak kerukunan dan moderasi beragama, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Kampanye Kerukunan dan Sosialisasi Moderasi Beragama di Lingkungan SMA/SMK/MA se-Kota Ternate, yang digelar di Ballroom Muara Hotel itu, dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Rabu (30/9/2026).
Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengatakan kegiatan tersebut menyasar pelajar yang dinilai memiliki peran penting dalam membangun budaya kerukunan sejak lingkungan sekolah.
Menurutnya, kampanye kerukunan tidak cukup hanya memberikan pemahaman mengenai toleransi, tetapi perlu diarahkan pada perubahan perilaku dan keterlibatan siswa sebagai pelopor kerukunan.
“Generasi alfa harus menjadi pelopor dan penggerak kerukunan, bukan hanya menerima materi tentang kerukunan,” kata Adnan.
Ia menjelaskan, persoalan kerukunan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama. Kerukunan juga menyangkut hubungan antarkelompok, suku, tradisi, budaya hingga perbedaan status sosial.
Karena itu, lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kebiasaan saling menghargai perbedaan.

Adnan menyebut persoalan seperti perundungan atau bullying dan diskriminasi masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam membangun relasi antarsiswa.
“Sekolah adalah ruang perjumpaan. Di sana anak-anak dengan latar belakang yang berbeda bertemu. Dari ruang inilah sekat-sekat perbedaan harus mulai dikikis,” ujarnya.
Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial
Selain lingkungan sekolah, FKUB juga menaruh perhatian pada aktivitas pelajar di media sosial.
Adnan mengatakan, perkembangan teknologi membuat generasi muda sangat intens berinteraksi di ruang digital. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai moderasi, toleransi, dan cara menyikapi informasi.
Menurutnya, tanpa pemahaman yang baik, media sosial dapat menjadi ruang penyebaran informasi yang keliru maupun pesan provokatif yang berpotensi mengganggu kerukunan.
Karena itu, pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi turut menyebarkan pesan-pesan positif tentang toleransi dan kehidupan yang harmonis.
“Wajah masa depan Indonesia, Maluku Utara, dan Kota Ternate ada di tangan mereka. Karena itu, mereka harus dibekali dengan nilai kerukunan dan kemampuan untuk menyikapi perbedaan,” kata Adnan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, kegiatan tersebut diakhiri dengan Deklarasi Gerakan Cinta Kerukunan sekaligus pembentukan komunitas penggerak kerukunan di kalangan pelajar.
Program itu menjadi bagian dari upaya FKUB Maluku Utara memperluas kampanye kerukunan ke berbagai wilayah di Maluku Utara.
Adnan mengatakan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Tobelo, Halmahera Utara. Selanjutnya, program kampanye kerukunan dijadwalkan menyasar Halmahera Selatan pada bulan Oktober 2026.
Libatkan Lintas Lembaga
Pelaksanaan kampanye kerukunan tersebut dilakukan melalui kolaborasi sejumlah lembaga, antara lain FKUB Maluku Utara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maluku Utara, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, serta IAIN Ternate.
Dalam kegiatan di Ternate tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan materi, di antaranya Kepala Kesbangpol Maluku Utara Armin Zakaria, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, serta tim fasilitator FKUB Maluku Utara.
“Kolaborasi lintas lembaga tersebut dapat membuat kampanye kerukunan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan yang melibatkan pelajar di sekolah maupun ruang publik dan media sosial,” Harap Adnan. (*)






