BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo, saat membuka The 13th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo, saat membuka The 13th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (14/10/2026).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Sejumlah produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Maluku Utara dipromosikan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara, produk lokal seperti popeda instan, teh rempah khas Ternate, hingga cokelat Sulamina mendapat kesempatan untuk diperkenalkan di tingkat nasional.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus mendorong daya saing produk UMKM Maluku Utara dalam ekosistem industri halal.

Informasi Wahana Malut

Dalam siaran pers Bank Indonesia, Kamis (15/10/2026), disebutkan bahwa KPwBI Maluku Utara menghadirkan UMKM unggulan dalam sejumlah kegiatan, di antaranya GEMA HALAL–Halal Mart, JAWARA EKSPOR, dan Exhibition Halal Food Business-to-Consumer (B2C).

Pada kegiatan GEMA HALAL–Halal Mart dan JAWARA EKSPOR, BI Maluku Utara membawa produk cokelat Sulamina dari PT Bumi Enterprises.

Produk tersebut ditampilkan melalui kegiatan showcasing produk halal yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor.

Sementara itu, dalam pameran Halal Food B2C, dua UMKM Maluku Utara yang tergabung dalam program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026, yakni Kagounga dan Ne Gam Macahaya, turut memperkenalkan produk unggulan mereka.

Baca Juga:  OJK: Dana Masyarakat di Maluku Utara Tembus Rp19,54 Triliun, Naik 29,5 Persen

Ne Gam Macahaya menghadirkan produk olahan teh yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Ternate. Adapun Kagounga memperkenalkan popeda instan sebagai produk olahan pangan lokal.

Kagounga Masuk 10 Besar UMKM IKRA

Dari sejumlah UMKM yang berpartisipasi, Kagounga berhasil masuk dalam 10 besar UMKM IKRA setelah melalui proses seleksi oleh Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI).

Capaian tersebut mengantarkan Kagounga mengikuti kompetisi Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada kategori Produk UMKM IKRA.

Dalam kompetisi itu, Kagounga mempresentasikan produknya melalui video dan pemaparan langsung di hadapan lebih dari 10 juri internasional dari berbagai negara.

Kagounga juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam talkshow IN2HCC bertajuk “Optimalisasi Produk dan Pasar Kuliner Halal Berbasis Inovasi”.

Keikutsertaan tersebut membuka peluang bagi Kagounga untuk memperkenalkan inovasi pangan lokal kepada pelaku industri kuliner halal sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Tenun Tidore Ikut Meramaikan Modest Fashion

Selain sektor makanan dan minuman, BI Maluku Utara turut memfasilitasi promosi produk fesyen lokal melalui Putadino Kayangan dalam pameran IN2MOTIONFEST x JMFW.

Baca Juga:  Hotel di Maluku Utara Makin Ramai, Tingkat Hunian Kamar Naik pada Mei 2026

Putadino Kayangan menghadirkan karya penenun Kota Tidore Kepulauan yang mengangkat pemanfaatan limbah alam dan prinsip keberlanjutan.

Produk tersebut tidak hanya dipamerkan melalui booth exhibition, tetapi juga terpilih untuk ditampilkan dalam parade fashion show IN2MOTIONFEST x JMFW.

Putadino Kayangan juga berpeluang memperluas eksposur produk dan menjalin kemitraan melalui kegiatan business matching.

Di luar promosi produk UMKM, ISEF 2026 yang dibuka pada 14 Oktober 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

Penyelenggaraan festival ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial syariah, serta memperluas inklusi melalui transformasi digital.

Partisipasi UMKM Maluku Utara menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi produk daerah dalam pengembangan industri halal nasional. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi produksi, kualitas, dan akses distribusi agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan
Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar
Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying
Pangan Ternate Menipis, Akademisi Unkhair Desak Pemkot Intervensi Petani dan Awasi Monopoli Harga-Stok
Harga Cabai Naik Lagi di Ternate, Pedagang: Stok Mulai Menipis
Harga Rempah di Ternate 1 September 2026: Fuli Naik Jadi Rp300 Ribu, Cengkih dan Pala Stabil
Tembus Rp206 Juta, Penjualan UMKM Wastra Maluku Utara di KKI Naik 131 Persen

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIT

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIT

BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:29 WIT

35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIT

Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:16 WIT

Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying

Berita Terbaru

error: Content is protected !!