Kisah Bambang: Porter Kapal Ternate yang Mengais Rezeki saat Penumpang Pesawat Batal Terbang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porter mengangkut barang penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Maluku Utara, saat aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal berlangsung, Selasa (20/10/2026). (Dok: Wahana Malut/Risaldi)

Porter mengangkut barang penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Maluku Utara, saat aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal berlangsung, Selasa (20/10/2026). (Dok: Wahana Malut/Risaldi)

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Pembatalan sejumlah penerbangan akibat kabut asap dalam beberapa hari terakhir mengalihkan sebagian mobilitas penumpang ke jalur laut.

Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Maluku Utara, menjadi salah satu titik yang lebih ramai karena penumpang mencari alternatif perjalanan menggunakan kapal.

Di tengah perubahan arus penumpang tersebut, Bambang Dahlan (46) tetap sibuk menjalani pekerjaannya sebagai porter atau buruh angkut.

Informasi Wahana Malut

Bagi Bambang, ramainya pelabuhan membuka peluang memperoleh penghasilan lebih besar. Namun, kesempatan itu tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan yang dibawa pulang.

Sebagai pekerja di bawah naungan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Bambang tidak hanya mengandalkan jasa angkut barang milik penumpang. Ketika tidak ada kapal penumpang, ia bersama rekan-rekannya beralih mengerjakan bongkar muat barang dari kapal kargo atau kontainer.

Beralih Pekerjaan demi Penghasilan

Pekerjaan tersebut membuat Bambang harus mengikuti jadwal kedatangan kapal yang tidak menentu. Ia bisa mulai bekerja sejak subuh, siang, hingga malam hari.

Saat menangani bongkar muat kapal kargo atau kontainer, Bambang rata-rata memperoleh Rp200.000 hingga Rp300.000 sehari. Sementara itu, ketika melayani penumpang kapal, penghasilannya bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp400.000 setiap kapal.

Baca Juga:  Nasib Korban Zahra Berkah di Ternate, Modal Usaha Rp50 Juta Raib hingga Menunggu Uang Kembali

Dalam kondisi tertentu, pendapatan itu bahkan dapat menembus Rp500.000 hingga jutaan rupiah, bergantung pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya.

“Kalau tidak ada kapal penumpang, kami kerja bongkar muat barang. Kalau kapal penumpang masuk, kami beralih melayani penumpang,” ujar Bambang saat ditemui wahanamalut.com, Selasa (20/10/2026).

Peralihan pekerjaan itu menjadi pilihan yang penuh ketidakpastian. Meski kapal penumpang membawa peluang pendapatan lebih besar, hasilnya tidak selalu melebihi penghasilan dari pekerjaan bongkar muat.

Ketika pelabuhan ramai, Bambang berpeluang membawa pulang uang lebih banyak. Sebaliknya, saat aktivitas pelabuhan sepi, ia pernah pulang tanpa membawa penghasilan.

“Kalau pelabuhan sepi, pernah juga tidak membawa uang pulang,” katanya.

Di Balik Ramainya Pelabuhan, Ada Keluarga yang Harus Dihidupi

Bagi Bambang, pekerjaan di pelabuhan bukan sekadar mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain. Penghasilan dari pekerjaan itu menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya.

“Pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri. Jadi, kami harus tetap bekerja mengikuti kapal yang masuk,” tuturnya.

Meningkatnya jumlah penumpang setelah pembatalan penerbangan memberi peluang tambahan bagi para porter. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menjamin pendapatan yang stabil. Penghasilan mereka tetap bergantung pada jadwal kapal, jumlah penumpang, dan banyaknya orang yang membutuhkan jasa angkut.

Baca Juga:  Dampak Karhutla, Siswa PAUD hingga SMP di Ternate Diliburkan

Di tengah situasi itu, Bambang harus siap bekerja kapan pun kapal bersandar. Waktu istirahat dan jam kerja mengikuti aktivitas pelabuhan yang dapat berubah dari hari ke hari.

Sejumlah penumpang berjalan di area Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, dengan latar kapal Pelni dan aktivitas bongkar muat kontainer, Selasa (20/10/2026). (Dok: Wahana Malut/Risaldi).

Selain penghasilan, Bambang juga menaruh perhatian pada ketertiban aktivitas di Pelabuhan Ahmad Yani. Ia menilai penataan pelabuhan saat ini sudah berjalan baik dan berharap koordinasi antara Pelindo, TKBM, serta perangkat pelabuhan dapat terus dipertahankan.

“Harapannya, penataan dan koordinasi di pelabuhan terus dipertahankan supaya penumpang yang datang maupun berangkat merasa aman dan aktivitas berjalan tertib,” ujarnya.

Bagi Bambang, setiap kapal yang bersandar membawa kemungkinan memperoleh penghasilan untuk keluarganya. Namun, di balik ramainya pelabuhan dan meningkatnya arus penumpang, perjuangannya tetap sama: bekerja mengikuti kapal dan berharap ada hasil yang bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. (*)

Penulis : Risaldi

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo
Akhir Pekan Warga Ternate di Jikomalamo: Laut Biru, Banana Boat hingga Snorkeling
Nasib Korban Zahra Berkah di Ternate, Modal Usaha Rp50 Juta Raib hingga Menunggu Uang Kembali
Bak Kosong, Kebun Mengering: Warga Hiri Ternate Bertahan di Tengah Kemarau
228 UMKM Berjualan di CFD Taman Nukila Ternate, Kuliner Jadi Buruan Pengunjung
Meti Cottage: Jejak Pengabdian Adi di Halmahera Utara
Meti Cottage di Halmahera Utara: Destinasi Tenang yang Fotogenik Tanpa Dipaksa
Wisata Ternate: Taman Love di Lereng Gamalama Tawarkan Panorama Laut, Camping, dan Senja

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIT

Kisah Bambang: Porter Kapal Ternate yang Mengais Rezeki saat Penumpang Pesawat Batal Terbang

Senin, 28 September 2026 - 19:28 WIT

Yayasan Salawaku Minta O’Hongana Manyawa Tak Dikaitkan dengan Kasus Kematian di Banemo

Sabtu, 26 September 2026 - 14:37 WIT

Akhir Pekan Warga Ternate di Jikomalamo: Laut Biru, Banana Boat hingga Snorkeling

Kamis, 17 September 2026 - 22:47 WIT

Nasib Korban Zahra Berkah di Ternate, Modal Usaha Rp50 Juta Raib hingga Menunggu Uang Kembali

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIT

Bak Kosong, Kebun Mengering: Warga Hiri Ternate Bertahan di Tengah Kemarau

Berita Terbaru

error: Content is protected !!