WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Wajah R tampak cemas saat memberikan keterangan di depan Polres Ternate. Ia bersama sejumlah korban lainnya masih menunggu proses pemeriksaan terhadap pihak yang disebut sebagai owner dan para leader Zahra Berkah Investasi, tempat R sebelumnya menanamkan uangnya.
R mengaku menempatkan dana sebesar Rp50 juta dalam Zahra Berkah Investasi. Uang tersebut bukan sekadar dana simpanan, melainkan modal yang selama ini digunakan untuk menjalankan usaha kios kosmetiknya di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah.
Kini, uang itu belum juga kembali.
R awalnya mengaku hanya ingin mencoba investasi tersebut. Ia berharap keuntungan yang ditawarkan dapat membantu menambah perputaran modal usaha kecil yang dijalankannya.
Ia kemudian menyetorkan uang secara bertahap sebanyak dua kali transfer. Masing-masing sebesar Rp25 juta melalui seorang leader bernama Ernawati, sebelum dana tersebut diteruskan kepada pihak yang disebut sebagai owner, Sahriyani Hi Madi.
Menurut R, saat bergabung dengan Zahra Berkah Investasi, dirinya mendapat penjelasan mengenai jangka waktu investasi atau tenor mulai dari 28 hari hingga dua sampai tiga bulan.
Dari modal Rp50 juta, R mengaku dijanjikan pengembalian hingga sekitar Rp70 juta. Nilai tersebut disebut sudah termasuk keuntungan sekitar 20 persen setelah dipotong biaya administrasi.
Bagi R, tawaran tersebut awalnya terlihat sebagai peluang untuk menambah modal usaha. Ia pun mempercayakan uang yang selama ini menjadi bagian dari perputaran usahanya.
“Mereka janjikan pencairan tanggal 27 Oktober 2026 nanti,” ungkap R, Kamis (17/9/2026).
Namun, kata R, ia mendapatkan informasi mengenai proses pencairan mengalami kendala. Hal itu membuat R dan anggota lainnya semakin cemas.
R mengatakan para anggota mulai mempertanyakan keberadaan dana dan kepastian pengembalian modal.
Bagi R, persoalannya kini bukan lagi sekadar mengenai keuntungan yang dijanjikan.
Ia lebih memikirkan bagaimana mendapatkan kembali uang Rp50 juta yang berasal dari modal usahanya.
“Kalau dia (Sahriyani, red) sudah tidak ada uang, kita mau bagaimana lagi, kita hanya menunggu,” pungkasnya. (*)
Sumber Berita: Wahana Malut






