Harga Barito di Pasar Bahari Berkesan Ternate Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp130 Ribu per Kg

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARGA - Aktivitas pedagang barito di Pasar Higienis Ternate, Senin (24/8/2026). Harga cabai rawit melonjak hingga Rp130 ribu per kilogram akibat berkurangnya pasokan. (Dok: Wahana Malut/Bara).

HARGA - Aktivitas pedagang barito di Pasar Higienis Ternate, Senin (24/8/2026). Harga cabai rawit melonjak hingga Rp130 ribu per kilogram akibat berkurangnya pasokan. (Dok: Wahana Malut/Bara).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Harga bawang, cabai, dan tomat di Pasar Bahari Berkesan Ternate, Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.

Salah satu yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit. Harga komoditas tersebut kini mencapai Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

Pedagang di Pasar Bahari Berkesan Ternate, Anzari (42), mengatakan harga cabai rawit sebelumnya masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram pada awal Agustus 2026.

Informasi Wahana Malut

“Kenaikannya memang cukup tinggi. Sekarang sudah Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram,” kata Anzari saat ditemui di Pasar Higienis Ternate, Senin (24/8/2026).

Menurut Anzari, kenaikan harga tidak terjadi sekaligus. Dalam beberapa hari terakhir, harga cabai rawit bahkan sempat naik sekitar Rp40 ribu dibandingkan harga hari sebelumnya.

Selain itu, harga cabai keriting juga mengalami kenaikan. Saat ini komoditas tersebut dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih berada di sekitar Rp50 ribu per kilogram. Adapun tomat masih dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram dan lemon Rp15 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Peningkatan Penumpang Garuda Indonesia Rute Ternate-Jakarta Capai 90 Persen

Anzari menyebut kenaikan harga terutama dipengaruhi pasokan luar daerah. Menurutnya, sekitar 80 persen pasokan barito yang dijual di Pasar Bahari Berkesan Ternate masih bergantung pada kiriman dari Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Kalau di Manado kebutuhan mereka tinggi, barang yang dikirim ke Ternate berkurang. Stok di sana juga berkurang, sehingga harga ikut naik,” ujarnya.

Pasokan dari sejumlah wilayah di Maluku Utara, seperti Galela, Tobelo, dan Subaim, kata Anzari, belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan.

Kondisi tersebut membuat harga di tingkat pedagang ikut terdorong ketika pasokan dari Manado menurun. Panjangnya rantai distribusi juga membuat harga komoditas lebih rentan mengalami perubahan.

Di sisi lain, kenaikan harga barito turut berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar. Anzari memperkirakan jumlah pembeli mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen.

Menurutnya, masyarakat kini cenderung membeli barito dalam jumlah lebih sedikit untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

“Kalau biasanya beli satu kilogram, sekarang ada yang hanya beli setengah kilo, bahkan seperempat kilo,” katanya.

Baca Juga:  Paskibraka Kota Ternate Dikukuhkan, 62 Anggota Siap Kibarkan Bendera HUT ke-81 RI

Penurunan daya beli tersebut juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode Agustus. Sejumlah pengeluaran rumah tangga, seperti kebutuhan sekolah, kegiatan perayaan Agustus, hingga turnamen sepak bola, ikut memengaruhi alokasi belanja masyarakat.

Anzari berharap pemerintah dapat memperhatikan persoalan pasokan dan kondisi pedagang di pasar, tidak hanya dari sisi retribusi, tetapi juga penataan serta pengawasan aktivitas perdagangan.

Ia juga mengeluhkan persoalan lapak di pasar yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah. Pedagang berharap aset dan fasilitas pasar sebagai ruang publik dapat ditata dan diawasi agar tidak dimanfaatkan secara tidak semestinya.

“Pedagang berharap pemerintah tidak hanya datang untuk menarik retribusi, tetapi juga melihat kondisi kami di pasar,” harapnya.

Daftar Harga Barito di Pasar Bahari Berkesan Ternate

Berikut harga sejumlah komoditas barito yang terpantau di Pasar Bahari Berkesan Ternate, Senin (24/8/2026):

  • Rica nona: Rp120.000–Rp130.000 per kilogram
  • Cabai keriting: Rp100.000 per kilogram
  • Bawang merah: Rp50.000 per kilogram
  • Bawang putih: Rp50.000 per kilogram
  • Tomat: Rp10.000 per kilogram
  • Lemon: Rp15.000 per kilogram. (*)

Penulis : Bara

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

BI Salurkan Bantuan ke Kelompok Tani dan Nelayan di Maluku Utara
Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah
BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar
35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan
Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar
Inflasi Malut 5,72 Persen, Aziz Hasyim Ingatkan Pemda Soal Lonjakan Harga dan Panic Buying
Pangan Ternate Menipis, Akademisi Unkhair Desak Pemkot Intervensi Petani dan Awasi Monopoli Harga-Stok
Harga Cabai Naik Lagi di Ternate, Pedagang: Stok Mulai Menipis

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIT

BI Salurkan Bantuan ke Kelompok Tani dan Nelayan di Maluku Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIT

Berapa Rata-Rata Produksi Sapi di Maluku Utara? Ini Data BPS per Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIT

BI Bawa Produk UMKM Maluku Utara ke ISEF 2026, Popeda Instan Masuk 10 Besar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:29 WIT

35 UMKM di Ternate Didorong Beralih ke Pasar Digital, Baznas Siapkan Pendampingan 3 Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIT

Nikel dan Baja Dorong Ekspor Malut Tembus US$11,77 Miliar

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Pendidikan

HMPS Sosiologi UMMU Dorong Kemandirian Organisasi Lewat Mubes XI

Senin, 26 Okt 2026 - 19:36 WIT

error: Content is protected !!