Sentil Klarifikasi soal Pembakaran Ban Bekas, KATAM Malut: PT IWIP Jangan Cari Kambing Hitam!

Rabu, 2 September 2026 - 16:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLARIFIKASI - Direktur KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, mengkritik klarifikasi manajemen PT IWIP terkait kebakaran di area penampungan ban bekas. KATAM menilai perusahaan tidak semestinya mengalihkan tanggung jawab dengan menyebut dugaan keterlibatan orang tidak dikenal (OTK), Rabu (2/9/2026). (Dok: Istimewa).

KLARIFIKASI - Direktur KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, mengkritik klarifikasi manajemen PT IWIP terkait kebakaran di area penampungan ban bekas. KATAM menilai perusahaan tidak semestinya mengalihkan tanggung jawab dengan menyebut dugaan keterlibatan orang tidak dikenal (OTK), Rabu (2/9/2026). (Dok: Istimewa).

WAHANAMALUT.COM, TERNATE – Menanggapi klarifikasi manajemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terkait kebakaran di area penampungan ban bekas, Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara menilai perusahaan tidak semestinya mencari pihak lain untuk dijadikan kambing hitam atas kejadian tersebut.

Direktur KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, mengatakan, terlepas dari apakah kebakaran tersebut terjadi karena kesengajaan maupun kelalaian, perusahaan sebagai pengelola kawasan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan pengelolaan area perizinannya.

“Bagi saya, pihak manajemen tidak perlu mencari kambing hitam. Baik kejadian itu disengaja maupun tidak disengaja, hal ini tetap harus dilihat dari sisi tanggung jawab dan pengawasan manajemen PT IWIP,” kata Muhlis.

Informasi Wahana Malut
Baca Juga:  Kasus Dugaan Pencurian Solar PLN Saketa Masih Berjalan, Kini Ditangani Polres Halsel

Menurutnya, apabila benar terdapat dugaan keterlibatan orang tidak dikenal (OTK), hal tersebut tidak serta-merta menghapus tanggung jawab perusahaan dalam memastikan kawasan dan material yang berada di dalam area perizinannya tetap aman serta dikelola sesuai ketentuan.

Muhlis juga menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 116 ayat (1) huruf a, yang mengatur pertanggungjawaban pidana apabila tindak pidana lingkungan hidup dilakukan oleh badan usaha.

“Artinya, persoalan ini tidak bisa hanya diarahkan kepada oknum tertentu. Aspek tanggung jawab korporasi juga harus diperiksa dan dipastikan melalui proses penegakan hukum,” ujarnya.

Ia meminta manajemen PT IWIP lebih mengedepankan tanggung jawab kepada masyarakat yang terdampak daripada mengklarifikasi yang menurutnya justru berpotensi mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.

Baca Juga:  Front Fagawene Lelilef Tagih Tanggung Jawab IWIP soal Debu, Air Bersih dan Atap Seng

“Intinya, pihak PT IWIP sebagai penanggung jawab kawasan sebaiknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan menunjukkan komitmen untuk bertanggung jawab apabila kemudian ditemukan adanya kerusakan atau dampak lingkungan,” katanya.

Muhlis menilai klarifikasi perusahaan semestinya disampaikan secara terbuka, berbasis fakta hasil pemeriksaan, serta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum proses investigasi selesai.

“Tidak perlu membuat klarifikasi yang isinya seperti karangan bebas. Yang dibutuhkan masyarakat adalah keterbukaan, hasil investigasi yang jelas, dan bentuk tanggung jawab perusahaan apabila memang ditemukan pelanggaran atau dampak lingkungan,” tegasnya. (*)

Sumber Berita: Wahana Malut

Berita Terkait

JATAM Malut Peringatkan Risiko PLTN Terapung di Halmahera: Jangan Korbankan Laut dan Nelayan
Front Fagawene Lelilef Tagih Tanggung Jawab IWIP soal Debu, Air Bersih dan Atap Seng
PLTN Terapung 200 MW Mau Dibangun di Halmahera, WALHI Malut Pertanyakan Risiko Nuklir
WALHI Malut Desak Audit Harita Usai Temukan Logam Berat di Air Kawasi
Kenapa Ternate Diselimuti Kabut Asap? Ini Penjelasan BMKG
KATAM Malut Desak Prabowo Audit Lingkungan PT IWIP Usai Peresmian Investasi Rp180 Triliun
PT HSM Diduga Gusur 800 Hektare Lahan Warga Kulo Jaya Halteng, Pelta Malut Soroti Hak yang Belum Tuntas
Perempuan di Lingkar PT IWIP Terpapar Arsenik, Dokter Soroti Risiko Kanker

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:04 WIT

JATAM Malut Peringatkan Risiko PLTN Terapung di Halmahera: Jangan Korbankan Laut dan Nelayan

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:10 WIT

PLTN Terapung 200 MW Mau Dibangun di Halmahera, WALHI Malut Pertanyakan Risiko Nuklir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIT

WALHI Malut Desak Audit Harita Usai Temukan Logam Berat di Air Kawasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIT

Kenapa Ternate Diselimuti Kabut Asap? Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:01 WIT

KATAM Malut Desak Prabowo Audit Lingkungan PT IWIP Usai Peresmian Investasi Rp180 Triliun

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Pendidikan

HMPS Sosiologi UMMU Dorong Kemandirian Organisasi Lewat Mubes XI

Senin, 26 Okt 2026 - 19:36 WIT

error: Content is protected !!